Hasil Rapat “TOBAT” 332010

3 03 2010

Asw…..

to the point ah ada panggilan alam (hehehe)

Hasil Rapat tanggal 332010

– Konsep Acara telah disepakati yaitu Try out dan setelah itu diadakan talk show

– Nama acara telah disepakati menjadi “TOBAT” a.k.a ” Try Out Bareng Anak-anak unpad Tjieandjoer”

– Lokasi / tempat pelaksanaan antara SMAN 1 Cianjur atau SMAN 2 Cianjur

mungkin hanya itu bagian yang terpentingnya……

oiya NB : saya sudah hubungi Ronald dia mw tapi tanggal kudu fix.





Hasil Rapat TO 24022010

3 03 2010

Assalamualaikum Wr. Wb.

Nepangkeun wasta abdi Rudini Sentosa ti Pertanian08

Alhamdulillah saya mendapat amanah untuk menjadi  ketuplak TO.

Awalnya saya bingung nih mw nulis dimana,,,

soalnya klo d facebook pasti harus d app dulu dan gak setiap orang punya facebook ( maaf bukang ngeledek, hoho). Dan akhirnya saya teringat dengan anak FKG (cewek pastinya) yang suka menuliskan sesuatu d blog.

Jadi kepikiran deh buat nulis d blog.

……………………………………………………………………….(iklan caritanamah)

Sebenarnya saya gak layak untuk jadi ketua pelaksana, soalnya saya masih awam (hehe..) jadi saya minta bantuan temen-temen mahasiswa unpad cianjur untuk membantu saya dalam berbagai hal mengenai acara ini.

Setuju!!!!

Kudu Setuju!!! ( hehehe..)

……………………………………………………………………… (iklan caritanamah)

ehmm..

ehmm…

Pada tanggal 24 tan kalo gak salah, kami rapat d KOPMA.

karena hanya memiliki waktu yang cukup singkat +/- 30 menit jadi saya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya (cieey,, gaya)

Pada tanggal sekian saya dibantu dengan ALdo, Nizar dkk.. (nu teu kasebut tong bendu,, ckckck.) telah menentukan susunan kepanitiaan TO.

berikut Susunannya :

Ketua                              : Saya

Wakil Ketua                 : Jajat (kalo ga salah)

Sekretaris                       : Utari A.K.A Uut (penyanyi dangdut,, ckckck)

Bendahara                     : Yanti

Humas                             : Wahyu

Korbid  Logistik     : Asep

Korbid  Konsumsi : Ela

Korbid  Acara         : Pandji

Korbid  Pubdok      : Nizar

Korbid Danus n Sponsorship : Dzikri

begitulah hasil rapat pada hari itu.

hatur nuhun

hapunten kana sagala kalepatan

Wassalamualaikum Wr. Wb.





metabolisme, perbanyakan dan ekologi mikroba

3 03 2010

Metabolisme Mikroba

  1. Definisikan  metabolisme, anabolisme dan katabolisme.
  2. Jelaskan karakteristik dan struktur enzim serta ketergantungannya terhadap ko-enzim dan kofaktor.
  3. Respirasi anaerob antara lain menggunakan elektron akseptor berupa NO3 (nitrat). Bakteri yang memiliki enzim nitrat reduktase dapat mereduksi nitrat menjadi N2 (gas nitrogen) melalui denitrifikasi.  Berikan proses fisiologis denitrifikasi disertai faktor yang mempengaruhinya melalui contoh suatu bakteri denitrifikasi

Jawab :

  1. Metabolisme adalah semua proses kimiawi yang dilakukan oleh organisme atau semua reaksi yang melibatkan transformasi energi kimia dalam mahluk hidup. metabolisme bakteri adalah oksidasi substrat dan reaksi disimilasi (reaksi yang menghancurkan molekul) agar bakteri menghasilkan energi.

Terdapat Dua tipe metabolisme yaitu :

  1. Anabolisme: Pembentukan senyawa  yang memerlukan (mengkonsumsi) energi  (Rekasi endergonik)
  2. b. Katabolisme: Penguraian senyawa yang menghasilkan (melepaskan) energi (Reaksi eksergonik).

Enzim adalah protein  dengan aktivitas katalitik yang berperan penting dalam setiap reaksi metabolisme. Enzim bekerja dalam urutan teratur untuk mengkatalisis ratusan reaksi bertahap baik yang menguraikan nutrisi, menyimpan dan mengubah energi kimia, maupun membuat makromolekul dari molekul sederhana.

  1. a. Aktivitas katalitik enzim bergantung pada integritas strukturnya sebagai protein. Berat molekul enzim 12.000 sampai 1 juta sehingga berukuran amat besar dibandingkan dengan substrat, reaktan, atau gugus fungsional targetnya suatu molekul anorganik seperti Fe2+, Mn2+, Cu2+, Na+ atau Zn2+,  atau
  • suatu molekul organik kecil  yang disebut koenzim seperti Vitamin B, B1 (tiamin). B2 (riboflavin) dan nikotinamid.

Koenzim yang terikat kuat secara kovalen pada protein enzim disebut gugus prostetik. Enzim yang aktif mengkatalisis, bersama-sama koenzim atau gugus logamnya disebut holoenzim. Koenzim dan ion logam bersifat stabil sewaktu pemanasan, sedangkan bagian protein enzim yang disebut apoenzim terdenaturasi oleh pemanasan.

  1. 2. Tabel Proses Fisiologis Bakteri Denitrifikasi
Tipe fisiologi nitrat reduktase Donor electron Organisme
Respirasi

NO3 → NO2

Format

NADH

Escherichia coli

Klebsiella acrogenes

Denitrifikasi

NO3 → N2

NADH

Piruvat

NADH, suksinat

Pseudomonas aeroginosa

Clostridium pertrigens

Paracoccus denitrificans

Asimilasi

NO3 → NH3

Laktat

H2, format

NADH, suksinat

NADH, laktat, gliserolfsofat

Staphylococcus aureus

Vibrio  succinogenes

Bacillus stearothermophilus

Escherichia coli

Faktor yang Berperan

  1. Drainase tanah buruk
  2. Tata udara jelek
  3. Di tempat tergenang

Ekologi Mikroba

(Analisis Ekologis Populasi mikroba)

Tabel 1. Kondisi populasi kelompok mikroorganisme tanah pada perakaran tanaman

Jagung dan Tomat.

Jenis tanaman Jumlah bakteri total (106/g tanah)

Indeks R/S

Rizosfir

(R)

Non rizosfir (S) Rizosfir

(R)

Non rizosfir (S)
Jenis Tanaman Tomat Jagung Tomat Jagung
Bacteria total 253, 23 338,5 22 253/23 = 11 338,5/22 =15,4
Azotobacter sp

54

9

67

8

54/9 = 6 67/8 = 8,375
Actinomycet 19, 2,5 11, 2,4 19/2,5 = 7,6 11/2,4 = 4,6
Fungi 2,4 0,8 1,5 0,8 2,4/0,8 = 3 1,5/0,8 = 1,875

Data diatas dianalisis dengan metode plat count media selektif. Analis eksudat akar dengan HPLC, terditeksi senyawa-senyawa antara lain di dominasi secara berturut-turut glukosa, fruktosa, amilum, serta  beberapa jenis asam amino. Sedangkan Azotobacter sp terdeteksi menghasilkan senyawa ektraseluler penghambat fungi.

  1. Hitung rasio R/S tiap kelompok mikroorganisme
    1. i.      Rasio Bakteri total
      1. Tomat berjumlah 11
      2. Jagung berjumlah 15,4
      3. ii.      Rasio Azotobacter
        1. Tomat berjumlah 6
        2. Jagung berjumlah 8,375
        3. iii.      Actinomycetes
          1. Tomat berjumlah 7,6
          2. Jagung berjumlah 4,6
          3. iv.      Fungi
            1. Tomat berjumlah 3
            2. Jagung berjumlah 1,875
            3. Bandingkan kemungkinan tipe interaksi yang dapat terjadi diantara keempat mikroba

pada dua tanaman yang berbeda.

Dari hasil perbandingan mikroba yang memberikan rasio tertinggi berasal dari jenis Bakteri total yaitu sebesar 11 untuk tomat dan 15,4 untuk jagung. Sedangkan rasio terkecil berasal dari golongan jamur sebesar 3 (tomat) dan 1, 875 (jagung). Kemungkingan tipe interaksi antara mikroba dengan kedua tanaman bersifat Komensalisme, Antagonisme (Kempetis Parasitisme) ,Simbiosis (mutualisme)

2. Cari  masing-masing satu contoh dari tipe2 interaksi Antibiosis, Kompetisi dan

simbiosis mutualisme  dan jelaskan mengapa kedua mikroba tersebut berinteraksi

demikian ?

  1. Antibiosis

Streptomyces menghasilkan streptomisin yang dapat membunuh bakteri infeksi.

  1. Kompetisi

Kompetesi berarti persaingan. Dalam hal ini, terjadi persaingan antarmakluk hidup dalamsuatu ekosistem karena adanya kebutuhan hidup yang sama. Hubungan negatif antara 2 populasi mikroba yang keduanya mengalami kerugian. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya sel hidup dan pertumbuhannya. Kompetisi terjadi pada 2 populasi mikroba yang menggunakan nutrien / makanan yang sama, atau dalam keadaan nutrien terbatas. Contohnya adalah antara protozoa Paramaecium caudatum dengan Paramaecium aurelia.

  1. Simbiosis mutualisme

Mutualisme adalah asosiasi antara dua populasi mikroba yang keduanya saling tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan. Mutualisme sering disebut juga simbiosis. Simbiosis bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi anggota simbiosis tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesies lain yang mirip.

Contohnya adalah Lichenes (Lichens), yang merupakan simbiosis antara algae sianobakteria dengan fungi. Algae (phycobiont) sebagai produser yang dapat menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik. Senyawa organik dapat digunakan oleh fungi (mycobiont), dan fungi memberikan bentuk perlindungan (selubung) dan transport nutrien / mineral serta membentuk faktor tumbuh untuk algae.

Uji Kompetensi

1. Cari contoh mikroba filosfir dan endofitik yang berpengaruh positif terhadap   tanaman. Jelaskan apa efek positif yang dimiliki tiap-tiap mikroorganisme tersebut

  • Mikroba endofitik
    • Bakteri diazotrof endofitik, tanaman secara langsung menyediakan fotosintat sebagai nutrisi bagi pertumbuhan bakteriContoh simbiosis tanaman tebu dengan Gluconacetobacter diazotrophicus : obligate endophyte. Hingga 80% nitrogen pada berbagai varietas tebu berasal dari bakteri endo-simbiosis.
    • Mikroba filosfer
      • Bakteri pemfiksasi N yang mensuplai N tersedia untuk tanaman melalui daun.
  1. a. Bakteri       : Achromobacter, Azorobacter, Bacillus, Mycobacterium, Beijerinckia, Aerobacter dan Mycoplasma

Uji Kompetensi

1. Pada benih Serealia, sering ditemukan Aspergilus glaucus sekitar 80 %, cari efek

yang mungkin terjadi terhadap kualitas biji ?

Jawab :

Aspergillus akan menyebabkan benih menjadi berubah warna, biasanya menjadi warna cokelat gelap atau warna gelap (http://www.scribd.com/doc/16543833/HPT-benih-M6)

Bab

Pertumbuhan dan Perbanyakan Mikroba

Bagian A

  1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba!
    1. i.      Elemen kimia  yang mutlak  diperlukan organisme untuk membentuk komponen sel maupun untuk menjalankan fungsi sel.
      1. Unsur hara makro (macro elements) adalah nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang relatif besar (% BK), meliputi  C, H, O, N, P,
      2. Unsur hara mikro (micro elements atau trace elements)  biasanya diperlukan dalam jumlah sedikit (ppm atau mg/kg atau µg/g), seperti Fe, Zn,
      3. Sumber energi dan elektron
    1. Nutrisi (hara makro dan hara mikro)
  • Sumber Karbon
  • Autotrof : menggunakan karbondioksida (CO2), CH4 (menggunakan C-1)
  • Heterotof: menggunakan karbon dari senyawa organik
  • Sumber Energi
    • Fototrof : menggunakan sinar matahari
    • Chemotrof : menggunakan senyawa organik
    • Elektron (Elektron donor dan elektron akseptor)
      • Lithotrof : menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber elektron
      • Organotrof : menggunakan senyawa organik sebagai elektron donor

Di samping kebutuhan energi dan elektron, mikroba juga dikelompokkan berdasarkan kebutuhan oksigennya sebagai berikut:

  • Aerob obligat: hanya dapat hidup jika terdapat oksigen
  • Anaerob: mikroba yang hidup tanpa oksigen
  • Anaerob fakultatif: dapat hidup dengan maupun tanpa oksigen
  • Mikroaerofilik: hidup di lingkungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah daripada kadar oksigen di udara.
    1. Kondisi lingkungan (fisik dan kimia)

Suhu

Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu, mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: Psikrofil, mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC, dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC. Mesofil, mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal)  pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah. Termofil, mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC, bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim).

pH  (Kemasaman)

–        Neutrofil, mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8), tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. Asidofil, mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5.5. Contoh: fungi, bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3.  Alkalofil, mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9,

Tekanan Osmotik

Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl), tinggi, Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran.

Karbon Dioksida (CO2)

Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi, contohnya Neisseria gonorrhoeae.

  1. Pada suatu fase log dari kultur suatu bakteri, sampel pertama yang diambil pada pukul 8 pagi menunjukkan jumlah sel sebanyak 1000/ml. Sampel kedua diambil pada pukul 5.54 sore dan menunjukkan jumlah sel sebanyak 1.000.000 sel/ml. Berapakah waktu generasinya (dalam jam)?.
    1. Diketahui        (N0) = 1000sel/ml

(N1) = 1.000.000sel/ml

Selisih waktu = 9 jam 54 menit = 10 jam

Ditanya           waktu generasi (Wg)

Dijawab           Wg = (60 menit x 1 jam)/n

n = (log NI – log N0)/0,301

( log 106 – log 103) /0,301

3/0,301 = 9,97

Wg = (60 x 10 jam)/9,97 = 60,1 menit / generasi.

      1. Neutrofil
      2. Asidofil
      3. Alkalofil
      4. Halofil
      5. Kapnofil
      6. Fragmentasi
      7. Konyugasi
      8. Direct Microscopic Count
      9. Most Probable Number

    Jelaskan istilah-istilah berikut:

  1. Autotrof
  2. Heterotof
  3. Lithotrof
  4. Organotrof
  5. Aerob obligat
  6. Anaerob
  7. Mikroaerofilik
  8. Psikrofil
  9. Termofil
  1. Autotrof                      : menggunakan karbondioksida (CO2), CH4 (menggunakan C-1)
  2. Heterotof                    : menggunakan karbon dari senyawa organik
  3. Lithotrof                     :menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber elektron
  4. Organotrof                  : menggunakan senyawa organik sebagai elektron donor
  5. Aerob obligat              :bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
  6. f. Anaerob                      :bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis
  7. Mikroaerofilik             : mikroorganisme yang memerlukan sedikit oksigen.
  8. Psiktofil                       : mikroorganisme yang dapat tumbuh pada suhu 0 – 200C
  9. Termofil                      : mikroorganisme yang memerlukan suhu diatas 450C
  10. Netrofil                       : mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8), tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9
  11. Asidofil                       :   mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5.5
  12. Halofil                         : mikroorganisme yang dapat tumbuh pada konsentrasi garam tinggi
    1. Alkalofil                      : mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9, beberapa dapat hidup di atas pH 11
    1. Kapnofil                      : adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi, contohnya Neisseria gonorrhoeae.
    2. Fragmentasi                 : pemutusan menjadi bagian – bagian kecil
    3. Konjugasi                    : proses pelekatan dua sel.
    4. Direct Microscopic Count

Dilakukan seri pengenceran, dan suspensi diamati langsung di bawah mikroskop dengan menggunakan bilik hitung (counting chamber).

    1. Most Probable Number

Menghitung perkiraan jumlah mikroba yang hidup dengan mengencerkan kultur dan menumbuhkannya pada tabung kultur media tumbuh.

Menghitung tabung yang positif dan membandingkannya pada table statistik MPN.

SUMBER PUSTAKA

Sarwono Hardjowigeno. 2003. ILMU TANAH. Penerbit AKADEMIKA PRESSINDO. Jakarta

Purwoko, T. 2007. Fisiologi Mikroba. Bumi Aksara. Jakarta

Buckingham and Hansell, 2003: Buckingham SJ, Hansell DM Aspergillus in the lung: diverse and coincident forms. Eur Radiol. 2003; 13(8): 1786 – 1800. [PubMed: 12571042].

Cotty, 1988: Cotty P. Aflatoxin and sclerotial production by Aspergillus flavus: influence of pH. Phytopathology . 1988.; 78: 1250 – 1253. [PubMed: NA].

del Palacio et al., 2003 : delPalacio A, Cuetara MS, Ponton J. Laboratory diagnosis of invasive aspergillosis. Rev Iberoam Micol. 2003; 20(3): 90 – 98. [PubMed: 15456364].

Diener et al., 1987: Diener UL, Cole RJ, Sanders TH, Payne GA, Lee SL, Klich ML. Epidemiology of aflatoxin formation by Aspergillus flavus. Ann. Rev. Phytopathol. . 1987; 25: 249 – 270. [PubMed: ].





MAKALAH BASIDIOMYCOTA

3 03 2010

TUGAS MAKALAH

BIOTEKNOLOGI

BASIDIOMYCOTA “


Disusun Oleh :

Rudini Sentosa             150110080139

Delfrita Nahampun      150110080140

Regita Kemala              150110080142

Program Studi  Agroteknologi

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen bioteknologi serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca tentang kehidupan mikrobiologi khususnya tentang Basidiomycota.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan umumnya bagi pembaca

Terimakasih

Jatinangor,Oktober 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR    …………………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI                    …………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 3
Latar Belakang      ……………………………………………………………………………… 3

Tujuan        ………………………………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………. 6
Daftar  Gambar    ……………………………………………………………………. ……..10
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 13
Kesimpulan            ………………………………………………………………………………………… 13

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………….. 13

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Terdapat sekitar  30000 spesies basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. (kirk et al. 2001).  Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada  kayu atau bagian lain tumbuhan.

Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis – jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Dalam buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah dimanfaatkan oleh manusai misalnya Agaricus bisporus, Pleurotus flabellatus, dan Falmmulina velutipes, akan teteapi banyak juga yang beracun, bahkan ada racun yang dapat mematikan, misalnya Amanita sp. Dkk.

Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.

Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.

Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :

  • Urediniomycetes,
  • Hymenomycetes, dan
  • Ustilaginomycetes (Sjamsuridzal, 2001).

Tujuan Penulisan

Tujuan penyusunan makalah ini adalah memberikan informasi tentang reproduksi, habitat, dll. agar pembaca mengetahui bahwa  kelompok jamur Basidiomycota ini merupakan kelompok jamur yang  dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari (meskipun pada kelompok ini terdapat jamur yang merugikan bagi manusia).

BAB II

PEMBAHASAN

Karakteristik Umum

Ciri-ciri basidiomycota

  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
  2. Hyfanya bersekat
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium
  6. Miselia dikariotik berumur panjang
  7. Memiliki tahapan diploid sementara
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa – sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentukmikoriza.

Struktur tubuh

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetatif  basidiomycota  terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.  Jalinan hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak. Tubuh buah disebut basidiokarp

Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.

Habitat

Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.

Reproduksi

Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut.


Gambar. Reproduksi Seksual Basidiomycotina

Penjelasan :

  • Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
  • Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
  • Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
  • Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
  • Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
  • Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
  • Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
  • Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
  • Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.

PERAN BASIDIOMYCOTA

  • Yang menguntungkan manusia
No Nama Jamur Peran
1 Jamur kuping

(Auricularia polytricha)

Dapat dimakan
2 Jamur merang

(Volvariella volvacea)

Dapat dimakan
3 Jamur shitake

(Lentinulla edodes)

Dapat dimakan
4 Jamur kayu

(Ganoderma)

Sebagai obat atau makanan suplemen
  • Yang merugikan
No Nama Jamur Peran
1 Jamur karat

(Puccinia graminis)

Merupakan parasit pada daun tanaman pertanian
2 Puccinia arachidis Parasit pada kacang tanah
3 Ustilago maydis Parasit pada jagung
4 Amanita ocreata Beracun jika dimakan
5 Amanita phalloides Beracun jika dimakan
6 Amanita muscaria Dapat menyababkan halusinasi jika dimakan

Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau tidaknya.

Daftar Gambar

Amanita muscaria Auricularia polytricha Amanita ocreata

Amanita phalloides Ganoderma Puccinia graminis

Lentinulla edodes       Volvariella volvacea Puccinia arachidis

Gambar siklus hidup Puccinia graminis

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan


Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak. dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi.

Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme dekomposer (pengurai). Jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah organik hingga menjadi

bentuk sederhana.

Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur, tidak sedikit kerugian yang

ditimbulkannya terhadap hasil pertanian. Berikut ini beberapa contoh jamur yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan

Daftar pustaka

Buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk.

Buku biologi 1 Oleh Diah Aryulina Choirul Muslim, dkk.

http://basidiomicota.blogspot.com/2009/05/basidiomycotina.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota

http://www.ars.usda.gov/Main/docs.htm?docid=9910





Anantomi Kamera

3 03 2010

Anantomi kamera

Analog

Bodi kamera dan Shutter

Badan (Bodi) kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang darimana menjadi satu-satunya tempat cahaya akan masuk.

Ada beberapa bagian yang terdapat pada bodi kamera pada umumnya, yaitu:

  1. Film advance lever adalah tuas penggerak film ke kanan untuk memindahkan satu frame kedepan setiap kali hendak melakukan pengambilan gambar (pemotretan baru)
  2. Light meter untuk membantu menetapkan besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat.
  3. Viewfinder adalah semacam teropong yang digunakan untuk menetapkan/melihat objek yang hendak di potret.
  4. Hotshoe adalah dudukan untuk memasang lampu blitz.
  5. Selft timer adalah alat pengukur waktu ketika melakukan pemotretan secara otomatis.
  6. Film rewind knob adalah untuk menggulung film, knob ini membuka kunci dalam sproket kamera agar film bisa digulung kembali.
  7. Flash cord receptacle adalah colokan untuk memasang kabel lampu blitz, jika blitz tersebut tidak dipasang pada hotshoe.
  8. Pemantik Potret

Digital

Selain beberapa bagian diatas masih ada juga tombol pengatur,dan juga peralatan tambahan, yaitu:

  1. Pengatur ISO/ASA
  2. Aperture (bukaan diafragma)
  3. Shutter
  4. Blitz
  5. Tripod

Sumber :

http://begex.ubik.net/generic_text_page

http://www.bloggaul.com/djank/readblog/91179/anatomi-kamera-2-lanjutan





10 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Otak Anda

3 03 2010

10 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Otak Anda

Posted on November 11, 2009 by samudro

Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem syaraf pusat. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. Sungguh suatu tugas yang sangat rumit dan banyak dan inilah 10 kegiatan yang bisa merusak kerja otak kita.

  1. 1. Tidak mau sarapan

Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

  1. 2. Kebanyakan makan

Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun. Jadi makanlah dalam porsi yang normal, Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan

  1. 3. MEROKOK

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

  1. Terlalu banyak mengkonsumsi gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

  1. 5. Polusi udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

  1. 6. Kurang tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

  1. 7. Menutup kepala ketika sedang tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama-kelamaan otak menjadi rusak.

  1. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak serta dapat merusak otak.. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

  1. 9. Kurangnya stimulasi otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

  1. 10. Jarang bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam.Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih, Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan otak Anda.





HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

3 03 2010

HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

Famili Gracillariidae, Ordo Lepidoptera

Penggerek buah kakao atau yang nama latinnya Conopomorpha cramerella Snellen ini sangat merugikan. Serangannya dapat merusak hampir semua hasil. Penggerek Buah Kakao dapat menyerang buah sebesar 3 cm, tetapi umumnya lebih menyukai yang berukuran sekitar 8 cm. Ulatnya merusak dengan cara menggerek buah, memakan kulit buah, daging buah dan saluran ke biji.

ini tergolong serangga hama yang sulit dikendalikan. Mengapa ? Karena dia memiliki siklus hidup yang unik.

I. Gejala Serangan

Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva.

Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi

.

II. Daur Hidup

Sekurangnya dibutuhkan waktu 35 – 45 hari oleh hama PBK untuk berkembang dari telur menjadi imago (serangga dewasa), sehingga wajar dalam waktu yang cukup singkat perkembangan hama PBK ini sangat cepat. Siklus hidup serangga PBK ini sama seperti umumnya serangga lain yaitu : telur, larva, pupa dan imago.

  1. a. Telur

Pada fase telur, PBK akan bertelur dengan warna merah jingga. Telur-telur tersebut akan diletakkan induk betinanya pada kulit buah. Bentuk telur itu sendiri sulit diidentifikasi saking kecilnya dan sukar dilihat dengan mata telanjang. Telurnya berukuran panjang 0.8 mm dan lebar 0.5 mm. Serangga dewasa dapat bertelur antara 50 – 100 butir pada setiap buah kakao. Telur-telur tersebut akan menetas antara 3 – 7 hari setelah diletakkan. Biasanya telur diletakkan setelah matahari terbenam.

  1. b. Larva

Setelah telur menetas, akan keluar larva. Larva tersebut akan bergerak dan mulai membuat lubang ke dalam kulit selanjutnya masuk ke dalam buah kakao ( Perilaku ini dimaksudkan agar terhindar dari predator ). Lubang gerekan berada tepat di bawah tempat meletakkan telur. Selanjutnya akan menggerek daging buah, diantara biji dan plasenta. Panjang larva sekitar 1,2 cm dan berwarna ungu muda hingga putih, lama hidup dalam buah kakao antara 14 – 18 hari, kemudian telur berubah menjadi kepompong. Biasanya larva berkepompong pada daun atau alur buah, pada fase ini larva membuat lubang keluar dengan benang-benang sutra yang keluar dari mulutnya. Melalui benang itulah, ia turun ke tanah dan menggulung menjadi kepompong. Oleh sebab itu kepompong seringkali di temukan pada seresah daun atau kantong plastik yang ada di sekitar pohon.

  1. c. Pupa

Setelah enam hari menjadi kepompong, akan keluar pupa berwarna abu-abu gelap dengan panjang 8 mm. Ketika setengah badan pupa keluar dari kepompong, ia melepaskan kulitnya lalu muncul sebagai imago.

  1. d. Imago

Imago (serangga dewasa) dari hama PBK ini panjangnya 7 mm dan lebar 2 mm, memiliki sayap depan berwarna hitam bergaris putih, pada setiap ujungnya terdapat bintik kuning dan sayap belakang berwarna hitam, memiliki antena yang panjang serta runcing. Serangga ini aktif pada malam hari pukul 18 : 00 – 20 : 30. Pada siang hari biasanya berlindung di tempat lembab dan tidak terkena sinar matahari. Daya terbangnya pun tidak terlalu tinggi namun mudah terbawa oleh angin. Serangga dewasa ini sendiri hanya berumur 5 – 7 hari, jadi setelah bertelur dia akan mati.

III. Teknik Pengendalian

Ada beberapa cara pengendalian yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran dan serangan hama tersebut yaitu :

  1. Cara kimiawi :

Dengan Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali.

  1. Cara mekanis :
  • Karantina

Metode karantina dilakukan dengan mencegah masuknya hama dari negara lain seperti Philipina dan Malaysia atau dari satu daerah ke daerah lain dengan cara menghindari masuknya buah yang terjangkit serta bahan maupun alat yang mengandung hama PBK.

  • Frekuensi Panen

Kakao yang panennya terlalu sering sangat beresiko terserang hama PBK . Kulit buah yang telah dipanen di kumpulkan dan dibenamkan ke dalam tanah sehingga mampu menekan populasi serta perkembangbiakan PBK karena banyak larva yang juga ikut terbenam bersama kulit buah.

  • Pemangkasan

Pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu pengendalian hama. Mengapa? Karena, selain untuk mengatur tajuk tanaman dan meningkatkan produksi, dengan memangkas tajuk tanaman, otomatis kanopi nya tidak terlalu rindang. Kondisi kanopi yang rindang sangat kondusif bagi pertumbuhan hama PBK. Salah satu kelemahan hama PBK adalah tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila dilakukan pemangkasan yang sering dan teratur akan dapat menekan populasi karena pendistribusian sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata.

  • Pemupukan

Bertolak dari pemikiran bahwa ketersediaan unsur hara berkaitan erat dengan pertumbuhan dan produktivitas yang optimal, maka pengendalian hama bisa dilakukan dengan cara memberikan pupuk yang cukup. Maksudnya adalah bahwa terpenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman akan memperlancar proses metabolisme tanaman. Lancarnya poses tersebut akan mempercepat masaknya buah, sehingga akan mengurangi tingkat kerusakan buah dan memungkinkan frekuensi panen lebih sering. Disamping itu pertumbuhan tanaman yang optimal akan mempengaruhi daya tahan tanaman terhadap serangan hama PBK meskipun pengaruhnya tidak begitu besar.

  • Sanitasi

Sanitasi berarti member-sihkan areal kebun dari daun-daun kering, tanamn tidak sehat, ranting kering, kulit buah maupun gulma yang berada di sekitar tanaman. Keadaan ini akan menciptakan suatu kondisi yang tidak sesuai dengan lingkungan untuk perkembangbiakan hama PBK

  • Sistem rampasan

Sistem rampasan berarti buah yang menggantung di pohon semua dirampas. Setiap tahun sekali dapat dilakukan rampasan terhadap semua buah. Dengan cara demikian, PBK itu hanya terbang di sekitar tanaman tanpa bisa menemukan tempat untuk meletakkan telur. Akhirnya PBK itu akan mati tanpa bisa meninggalkan keturunan. Adapun saat yang tepat untuk melakukan perampasan adalah setelah panen raya.

  • Kondomisasi

Kondomisasi berarti memberikan selubung perlindungan terhadap buah kakao. Selubungnya dapat menggunakan kantong plastik yang ujung bagian atasnya diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan penyelubungan buah tersebut, hama tidak bisa meletakkan telurnya pada kulit buah sehingga buah akan terhindar dari geretan larva.

  1. 3. Cara hayati
  • Pemanfaatan agen hayati

Pemanfaatan agen hayati seperti Beauvaria bassiana , dan musuh alaminya seperti cecopet, kepik leher, semut hitam, dll.

http://www.tanindo.com/abdi12/hal0801.htm

http://umlnegara.blogspot.com/2009/02/hama-penyakit-tumbuhan.html

Departemen pertanian, Jakarta. 2002. Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Kakao edisi kedua

HAMA HELOPELTIS,sp

Famili Miridae, Ordo Hemiptera

  1. I. Gejala Serangan :

Buah muda yang terserang mongering lalu rontok, tetapi jika tumbuh terus, permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Serangan pada buah tua, tampak penuh bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman, kulitnya mengeras dan retak. Serangan pada pucuk layu dan mati, ranting mongering dan merangas

Kepik Helopeltis sp, termasuk hama penting yang menyerang buah kakao dan pucuk/ranting muda. Serangan pada buah tua tidak terlalu merugikan, tetapi sebaliknya pada buah muda. Selain kakao, hama ini juga memakan banyak tananaman lain, diantaranya: teh, jambu biji, jambu mente, lamtoro, apokat, mangga, dadap, ubi jalar, dll.

  1. II. Daur hidup

( metamorfosisnya tidak sempurna telur, nimfa, imago)

Telur berwarna putih berbentuk lonjong. Diletakkan pada tangkai buah, jaringan kulit buah, tangkai daun muda, atau ranting.

Nimfa mempunyai 5 instar.

Dewasa mampu bertelur hingga 200 butir. Waktu makannya pagi dan sore. Kehidupannya juga terpengaruh cahaya, sehingga bila terlalu panas, nimfa muda akan pergi ke pupus dan dewasanya ke sela-sela daun yang berada di sebelah dalam.

  1. III. Teknik Pengendalian
  • Secara hayati

Menggunakan musuh alami semut hitam (Dolichoderus thoracicus), dengan diolesi gula pada daun kakao yang kering

spraying dengan cendawan spicaria, cecopet, laba-laba, cecak, belalang sembah, tawon bracon, dll.

  • Secara kimiawi

Menggunakan Bioinsektisida NirAma, yang berbahan aktif Paecilomyces fumosoroseus, atau insektisida Wilbo 200 EC dengan bahan aktif klorfirifos 200 g/l. Dengan  dosis / konsentrasi formulasi 1.0 – 1.5 ml/l dan volume semprot 300 – 500.

  • Secara mekanis

Hama ini dapat dikendalikan dengan pemangkasan

Penyakit Busuk buah

Phytophthora palmivora, Famili Pythiaceae, Ordo Pythiales

Nama patogen : Phytophthora palmivora

Jamur P. palmivora ini dapat menyerang buah muda sampai masak.

Patogen ini bersifat Saprofit fakultatif

Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung, tengah atau pangkal buah. Lama – kelamaan bercak meluas ke seluruh badan buah

Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan. Pembentukkan spora Phytophthora palmivora ini dapat dilihat dari adanya kumpulan warna putih di atas bercak-bercak hitam yang telah melebar ke semua arah. Suhu yang berkisar 27 – 30°C dan ditunjang oleh tingkat kelembaban 70 – 85 % sangat mendukung ( kondusif ) dalam perkembangan maupun pertumbuhan spora yang begitu cepat.

Buah kakao yang terserang dan busuk akan menularkan penyakitnya pada buah lain yang letaknya berdekatan. Selain menyerang buahnya, jamur tersebut juga dapat menyerang bagian tanaman lain seperti tangkai buah, batang, maupun tunas muda.

Pada bagian batang, gejala yang terlihat berupa bercak bulat berwarna coklat di dekat permukaan tanah. Bila kulit kayunya kita kupas maka akan terlihat warna coklat serta bagian dalam yang sudah membusuk. Biasanya penyakit ini menyerang tanaman kakao pada stadium pembungaan sampai pembentukkan buah. Pada saat tidak ada buah, jamur dapat bertahan di dalam tanah.

Teknik Pengendalian :

  • Secara mekanis :
  1. sanitasi kebun,
  2. mekanis (mengumpulkan dan membakar buah yang terserang) dan kultur teknis.
  3. Pengaturan pohon pelindung dan pemangkasan tanaman kakao merupakan hal yang penting dilakukan terutama pada musim hujan.
  4. Penanaman klon resisten atau toleran merupakan cara yang wajib diperhatikan.
  • Secara Kimiawi :

Penggunaan fungisida Kocide 77WP yang berbahan aktif tembaga hidroksida 77 %. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan dosis 2 gram/liter air yang diaplikasikan 4 minggu sekali sebelum berbunga sampai 3 hari sebelum keluarnya bunga. Cukup ampuh menurut  ( Ir. Menas Tjionger’s, MS. 2001 )

Departemen pertanian, Jakarta. 2002. Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Kakao edisi kedua

Tjionger Menas. http://www.tanindo.com/abdi10/hal1901.htm 2001

Vascular streak dieback (VSD)

Oncobasidium theobromae, Kelas Basidiomycetes, Ordo Uredinales

Penyakit VSD disebabkan oleh O. theobromae, yang dapat menyerang di pembibitan sampai tanaman dewasa.

Gejala dan serangan

Gejala tanaman terserang, daun-daun menguning lebih awal dari waktu yang sebenarnya dengan bercak berwarna hijau, dan gugur sehingga terdapat ranting tanpa daun (ompong). Bila permukaan bekas menempelnya daun diiris tipis, akan terlihat gejala bintik 3 kecoklatan. Permukaan kulit ranting kasar dan belang, bila diiris memanjang tampak jaringan pembuluh kayu yang rusak berupa garis-garis kecil (streak) berwarna kecoklatan.

Penyebaran penyakit melalui spora yang terbawa angin dan bahan vegetatif tanaman. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kelembaban. Embun dan cuaca basah membantu perkecambahan spora. Pelepasan dan penyebaran spora sangat dipengaruhi oleh cahaya gelap.

Teknik Pengendalian

  • Cara mekanis
  1. Pengendalian penyakit dengan memotong ranting/cabang terserang sampai 30cm pada bagian yang masih sehat kemudian dipupuk NPK 1,5 kali dosis anjuran.
  2. Pemangkasan bentuk yang sekaligus mengurangi kelembaban dan memberikan sinar matahari yang cukup. Pemangkasan dilakukan pada saat selesai panen sebelum muncul flush
  3. Parit drainase dibuat untuk menghindari genangan air dalam kebun pada musim hujan.
  4. Untuk pencegahan, tidak menggunakan bahan tanaman kakao dari kebun yang terserang VSD, dan menanam klon kakao yang tahan atau toleran terhadap VSD seperti Sca 6 dan DRC 15.
  • Cara Kimiawi
  1. Fungisida

http://ditjenbun.deptan.go.id/perbenpro/index.php?option=com_content&view=article&id=96:ditemukan-2-klon-kakao-tahan-vsd&catid=8:inventaris-berita&Item





Hello world!

3 03 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!