MAKALAH BASIDIOMYCOTA

3 03 2010

TUGAS MAKALAH

BIOTEKNOLOGI

BASIDIOMYCOTA “


Disusun Oleh :

Rudini Sentosa             150110080139

Delfrita Nahampun      150110080140

Regita Kemala              150110080142

Program Studi  Agroteknologi

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen bioteknologi serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca tentang kehidupan mikrobiologi khususnya tentang Basidiomycota.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan umumnya bagi pembaca

Terimakasih

Jatinangor,Oktober 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR    …………………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI                    …………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 3
Latar Belakang      ……………………………………………………………………………… 3

Tujuan        ………………………………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………. 6
Daftar  Gambar    ……………………………………………………………………. ……..10
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 13
Kesimpulan            ………………………………………………………………………………………… 13

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………….. 13

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Terdapat sekitar  30000 spesies basidiomycota yang telah diketahui, dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. (kirk et al. 2001).  Menurut Campbell (1998 : 579), jamur dari divisio basidiomycota memiliki 25000 spesies. Nama dari divisio ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada  kayu atau bagian lain tumbuhan.

Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis – jenis yang karpusnya (tubuh buahnya) besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Dalam buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk. Kelompok tersebut (yang memiliki tubuh buah besar) dipakai istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah dimanfaatkan oleh manusai misalnya Agaricus bisporus, Pleurotus flabellatus, dan Falmmulina velutipes, akan teteapi banyak juga yang beracun, bahkan ada racun yang dapat mematikan, misalnya Amanita sp. Dkk.

Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang mikro adalah basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman. Sedangkan basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yag seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.

Reproduksi pada jamur ini terjadi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara menghasilkan konidia. Dan yang secara seksual terjadi perkawinan antara hifa yang berbeda jenis.

Filum basidiomycota dibagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :

  • Urediniomycetes,
  • Hymenomycetes, dan
  • Ustilaginomycetes (Sjamsuridzal, 2001).

Tujuan Penulisan

Tujuan penyusunan makalah ini adalah memberikan informasi tentang reproduksi, habitat, dll. agar pembaca mengetahui bahwa  kelompok jamur Basidiomycota ini merupakan kelompok jamur yang  dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari (meskipun pada kelompok ini terdapat jamur yang merugikan bagi manusia).

BAB II

PEMBAHASAN

Karakteristik Umum

Ciri-ciri basidiomycota

  1. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
  2. Hyfanya bersekat
  3. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran – lembaran yang berliku – liku atau bulat
  4. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
  5. Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh basidium
  6. Miselia dikariotik berumur panjang
  7. Memiliki tahapan diploid sementara
  8. Habitat jamur yang saprofit pada sisa – sisa makhluk hidup misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentukmikoriza.

Struktur tubuh

Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetatif  basidiomycota  terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun.  Jalinan hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak. Tubuh buah disebut basidiokarp

Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.

Habitat

Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.

Reproduksi

Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut.


Gambar. Reproduksi Seksual Basidiomycotina

Penjelasan :

  • Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
  • Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
  • Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
  • Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
  • Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
  • Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
  • Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
  • Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
  • Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.

PERAN BASIDIOMYCOTA

  • Yang menguntungkan manusia
No Nama Jamur Peran
1 Jamur kuping

(Auricularia polytricha)

Dapat dimakan
2 Jamur merang

(Volvariella volvacea)

Dapat dimakan
3 Jamur shitake

(Lentinulla edodes)

Dapat dimakan
4 Jamur kayu

(Ganoderma)

Sebagai obat atau makanan suplemen
  • Yang merugikan
No Nama Jamur Peran
1 Jamur karat

(Puccinia graminis)

Merupakan parasit pada daun tanaman pertanian
2 Puccinia arachidis Parasit pada kacang tanah
3 Ustilago maydis Parasit pada jagung
4 Amanita ocreata Beracun jika dimakan
5 Amanita phalloides Beracun jika dimakan
6 Amanita muscaria Dapat menyababkan halusinasi jika dimakan

Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau tidaknya.

Daftar Gambar

Amanita muscaria Auricularia polytricha Amanita ocreata

Amanita phalloides Ganoderma Puccinia graminis

Lentinulla edodes       Volvariella volvacea Puccinia arachidis

Gambar siklus hidup Puccinia graminis

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan


Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak. dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi.

Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme dekomposer (pengurai). Jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah organik hingga menjadi

bentuk sederhana.

Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur, tidak sedikit kerugian yang

ditimbulkannya terhadap hasil pertanian. Berikut ini beberapa contoh jamur yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan

Daftar pustaka

Buku Mikologi dan Dasar Terapan Oleh Indrawati Gandjar dkk.

Buku biologi 1 Oleh Diah Aryulina Choirul Muslim, dkk.

http://basidiomicota.blogspot.com/2009/05/basidiomycotina.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Basidiomycota

http://www.ars.usda.gov/Main/docs.htm?docid=9910

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: